Minim Transaksi, Rupiah Diperkirakan Bergerak Terbatas
Financeroll – Laju nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di pasar spot valas antar bank Jakarta, Senin (5/8) diprediksi bergerak terbatas dengan kecenderungan melemah. Libur lebaran jadi salah satu katalisnya. Pasar uang masih masih berjalan pada Senin-Selasa (5-6/8) jelang libur lebaran 2013. Kemungkinan awal pekan ini rupiah bergerak terbatas.
Selain itu, pasar juga akan fokus pada data Non-Farm Payrolls AS yang dirilis akhir pekan lalu. Karena itu, rupiah cenderung melemah dalam kisaran Rp 10.270 hingga Rp 10.290 per dolar AS. Senin ini, pasar juga mendapatkan data penjualan ritel Australia. Angkanya sudah diprediksi masih mencatatkan angka yang positif dari dari 0,7% menjadi 0,4%. Dari Eropa, pasar mendapatkan data sektor jasa zona euro yang diprediksi stabil di level 46,6.
Nilai rupiah tidak akan mengalami pergerakan karena pasar memasuki suasana liburan yang membuat aktivitas trading menjadi terbatas. Meski demikian, secara umum rupiah cenderung tertekan seiring kekhawatiran pasar terhadap ekonomi domestik pasca memburuknya data Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.Di sisi lain, pasar juga mengkhawatikan potensi pengurangan stimulus moneter AS. Kalaupun data non-farm payroll dirilis di bawah ekspektasi, cukup positif sentimennya untuk dolar AS. Sebab, kondisi itu masih mendukung argumen pengurangan stimulus The Fed pada bulan September 2013. Terlebih, data Factory Orders (Pesanan Pabrikan) AS akhir pekan lalu sudah diprediksi cukup positif.
Kurs rupiah juga akan terbawa arus pelemahan dolar Australia. Sebab, pada Selasa (6/8), The Reserve Bank of Australia (RBA) mengagendakan pertemuan moneter. Pasar mengkhawatirkan kalau RBA akan memangkas suku bunga acuannya. Sebagai informasi, kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot valas antar bank Jakarta, Jumat (2/8) ditutup melandai 5 poin (0,04%) ke posisi Rp 10.280-10.285. [geng]
